Bandara Ben Gurion Diserang Rudal Houthi, Netanyahu Tuding Iran Dalangnya
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 5 Mei 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | ISRAEL - Sebuah serangan rudal mengejutkan Tel Aviv pada Minggu (4/5/2025) ketika rudal balistik dari kelompok pemberontak Houthi di Yaman jatuh di dekat Bandara Internasional Ben Gurion, Israel. Serangan ini memicu kepanikan dan memaksa otoritas bandara menghentikan sementara penerbangan internasional.
Rudal tersebut berhasil menembus sistem pertahanan Israel, meski sudah diantisipasi oleh rudal pencegat Arrow dan sistem THAAD milik AS yang ditempatkan di wilayah Israel. Serangan ini dilakukan oleh Houthi yang dikenal sebagai kelompok yang didukung oleh Iran.
Juru bicara Houthi, Yahya Sarea, mengonfirmasi serangan tersebut sebagai bentuk balasan atas serangan Israel di Gaza, yang mereka sebut sebagai 'kejahatan genosida.' Bahkan, Houthi mengancam akan melakukan serangan susulan yang dapat berupa blokade udara total terhadap Israel, khususnya bandara-bandara utama.
Kerusakan akibat serangan memang tak menyebabkan korban besar, tapi menciptakan lubang besar di dekat area parkir Terminal 3 Bandara Ben Gurion. Komandan polisi Israel menggambarkan lubang itu memiliki diameter dan kedalaman puluhan meter.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan membalas serangan ini. Dalam pernyataannya di media sosial, Netanyahu menuding bahwa Iran adalah dalang di balik serangan ini.
"Israel akan menanggapi serangan Houthi terhadap bandara utama kami pada waktu dan tempat yang kami pilih, terhadap penguasa teror Iran mereka," kata Netanyahu.
Militer Israel (IDF) sedang menyelidiki penyebab kegagalan pencegatan rudal tersebut. Dugaan awal menyebut adanya masalah teknis, bukan malfungsi sistem. Namun, insiden ini jelas memperkuat kekhawatiran soal efektivitas sistem pertahanan Israel dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!