Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Baku Tembak di Pakistan Tewaskan 82 Orang dan Lukai 156 Lainnya dalam Tiga Hari

Desi Rossilawati
Senin, 25 November 2024 | 02:00 WIB
Bagikan
Baku Tembak di Pakistan Tewaskan 82 Orang dan Lukai 156 Lainnya dalam Tiga Hari
VISI.NEWS | PAKISTAN - Kekerasan yang terjadi di barat laut Pakistan sejak Kamis (21/11/2024) telah menewaskan sedikitnya 82 orang dan menyebabkan 156 lainnya terluka. Peristiwa tersebut dimulai dengan penyergapan terhadap dua konvoi Muslim Syiah yang sedang dikawal polisi, yang mengakibatkan 43 orang tewas dan memicu pertempuran selama dua hari berturut-turut. Di distrik Kurram, yang memiliki populasi Syiah yang besar meskipun Pakistan mayoritas Sunni, kekerasan sektarian ini telah berlangsung lama. Pejabat setempat mengungkapkan bahwa dari 82 korban tewas, 66 di antaranya berasal dari komunitas Syiah, sementara 16 orang adalah Sunni. Lebih dari 300 keluarga terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang melibatkan senjata berat dan ringan. "Bentrokan dan serangan terhadap konvoi pada 21, 22, dan 23 November telah mengakibatkan 82 kematian dan 156 cedera," kata seorang pejabat pemerintah setempat yang enggan disebutkan namanya. "Di antara yang tewas, 16 orang adalah Sunni, sementara 66 orang berasal dari komunitas Syiah," imbuh dia. Meskipun komunikasi seluler terputus dan jalan utama dihentikan, upaya perdamaian terus dilakukan, dengan pemerintah provinsi mengadakan dialog dengan kedua komunitas. "Jaringan seluler di Kurram masih terputus dan lalu lintas di jalan raya utama dihentikan," ujar pejabat pemerintah setempat. Menteri Hukum Provinsi Aftab Alam Afridi mengungkapkan bahwa prioritas utama adalah mediasi gencatan senjata untuk menenangkan ketegangan yang terus meningkat. Sebelumnya, bentrokan sektarian di Kurram juga menyebabkan puluhan korban tewas dalam beberapa bulan terakhir. "Prioritas kami saat ini adalah menengahi gencatan senjata antara kedua belah pihak. Setelah itu tercapai, kami dapat mulai mengatasi masalah yang mendasarinya," kata Aftab. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.