Bagimu Agamamu dan Bagiku Agamaku
Sejarah mencatat bahwa suatu ketika Rasulullah saw pernah didatangi oleh utusan Kristen dari Najran berjumlah enam puluh orang ke Madinah untuk menemui Nabi saw. Nabi saw menyambut mereka di Masjid Nabawi.
Menariknya, ketika waktu kebaktian tiba, mereka meminta masjid Nabawi untuk dipergunakan kebaktian. Para sahabat berusaha untuk melarang mereka. Namun Nabi memerintahkan: “ da’ûhum.”‘biarkanlah mereka’.
Melalui perintah ini, sahabat memahami bahwa Nabi saw mempersilahkan mereka untuk menggunakan Masjid Nabawi sebagai tempat kebaktian sementara. Mereka pun melakukan kebaktian dengan menghadap ke timur sebagai arah kiblat mereka. Inilah bentuk teloransi Nabi saw, wujud dari ayat Lakum diinukum wa liya diin (bagimu agamamu, bagiku agamaku).
Saya secara pribadi, biasa-biasa saja andaikan disebelah rumah saya ada orang non muslim yang sedang beribadah, tak akan merubah sedikitpun keyakinan saya sebagai seorang muslim untuk meyakini bahwa hanya Islam adalah agama disisi Allah. Namun saya pun akan menghargai siapapun yang agamanya bukan Islam.
- Penulis, Pemerhati Sosial dan Kebangsaan, Advokat
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!