Atasi Hambatan Pasokan Migas, Firnando Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah
Selain itu, kata dia, sekitar 30 persen impor LPG Indonesia masih bergantung pada kawasan Timur Tengah, sehingga perlu segera dicari alternatif pemasok dari wilayah lain.
Dia menilai mitigasi jangka pendek harus dibarengi dengan langkah struktural jangka panjang, meskipun pemerintah telah memastikan pasokan energi domestik masih aman untuk beberapa minggu ke depan.
“Pertamina perlu memperkuat strategi pengamanan pasokan sekaligus memperluas jaringan perdagangan energi yang lebih beragam guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan,” ujarnya.
Firnando menegaskan bahwa situasi ini harus menjadi momentum untuk mempercepat penguatan produksi migas dalam negeri dan mendorong transisi energi baru terbarukan.
“Diversifikasi impor hanyalah solusi taktis, sementara kemandirian dan ketahanan energi nasional adalah strategis jangka panjang yang akan menentukan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan,” katanya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!