Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

AS Berencana Menghentikan Bantuan Militer Asing, Dikecualikan 2 Negara Ini

Desi Rossilawati
Sabtu, 25 Januari 2025 | 21:50 WIB
Bagikan
AS Berencana Menghentikan Bantuan Militer Asing, Dikecualikan 2 Negara Ini
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump berencana menghentikan bantuan militer asing, kecuali untuk dua negara, yakni Israel dan Mesir. Informasi ini dilaporkan oleh Wall Street Journal berdasarkan sebuah pesan yang dikirim ke kedutaan besar AS. Pesan tersebut tidak merinci besaran bantuan yang akan ditangguhkan, namun menegaskan bahwa dukungan bagi sekutu AS di Timur Tengah tidak akan terpengaruh. "Tidak mungkin mengakses informasi yang cukup di satu tempat sekarang untuk menentukan apakah politik dan kepentingan bantuan asing didukung alokasi tidak diduplikasi, efektif dan konsisten dengan kebijakan luar negeri Presiden Trump," kata pesan tersebut, dikutip Sabtu (25/1/2025). Selama periode 85 hari, program bantuan militer akan ditinjau ulang oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio. "Keputusan untuk melanjutkan, memodifikasi atau menghentikan program dibuat setelah peninjauan," jelas pesan itu. Langkah ini dianggap oleh beberapa pihak sebagai bagian dari kebijakan "America First", di mana bantuan asing akan dievaluasi apakah sejalan dengan kepentingan dan agenda pemerintahan Trump. Namun, beberapa mantan pejabat mengkhawatirkan pengurangan bantuan ini dapat melemahkan pengaruh global AS, terutama dalam menghadapi pesaing strategis seperti China. "Penangguhan dan peninjauan bantuan jadi tanda pendekatan agresif yang diambil pemerintahan baru memastikan bantuan asing sesuai dengan agenda budaya," ujarnya. Kebijakan serupa pernah diajukan Trump pada masa pemerintahan pertamanya, ketika ia mengusulkan pemotongan anggaran Departemen Luar Negeri hingga sepertiga. Namun, rencana tersebut ditolak oleh Kongres. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.