ArtScience Museum Merayakan Tahun Perempuan Luar Biasa dengan Pameran Seni
“Pameran dan program-program yang kami persiapkan untuk tahun ini akan berpusat pada perayaan sekaligus apresiasi atas hikayat kehidupan tokoh perempuan yang telah berhasil mendobrak dan melampaui narasi konvensional. Studio Ghibli telah menciptakan beberapa karya animasi yang dicintai dan diakui kualitasnya dari masa ke masa. Film-film mereka yang mewah secara visual mengeksplorasi topik-topik humanis seperti ekologi dan alam, serta banyak menampilkan beragam tokoh wanita yang berkarakter kuat, mandiri, kompleks; tetap sensitif; namun bisa dipahami maknanya. Dengan demikian, pameran ini – rasanya akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kami – sangat sempurna melengkapi tema ‘Year of Extraordinary Women’ kami. Dengan mengarahkan fokus pada esensi revolusi gender yang disorot dalam silver screen berjudul Goddess; serta kepada salah satu seniman yang paling berdampak sepanjang masa berjudul Frida Forever; tidak lupa juga melakukan proses kurasi untuk program-program selama satu tahun ke depan yang berpusat pada isu perempuan dalam kesenian dan ilmu pengetahuan; kami akan menjadikan tahun 2024 sebagai tahun penting yang penuh kesan bagi ArtScience Museum,” jelas Honor Harger, Vice-President of ArtScience Museum at Marina Bay Sands.
Goddess: Brave, Bold, Beautiful
Karpet merah telah digelar hingga 11 Agustus, menjadi jalan memasuki pameran Goddess: Brave, Bold, Beautiful. ArtScience Museum mengundang pengunjung untuk masuk ke dalam perjalanan visual melalui 120 tahun sejarah gambar bergerak yang akan menampilkan rangkaian tokoh penting dalam layar lebar dari masa Hollywood klasik dan Asia masa kini yang dikemas secara mewah dan eksklusif.
Menyambungkan narasi yang direpresentasikan oleh isi film dan televisi dari masa ke masa, Goddess menyorot penggambaran evolusi perempuan seiring dengan inisiatif seniman perempuan untuk menggabungkan kualitas mega bintang yang mereka miliki dengan keuletan dan kerja keras dalam membentuk peran yang memang mereka inginkan; mengambil kendali kreatif; serta menavigasikan diri melalui seluk beluk bias yang nyata dalam industri ini. Menampilkan tokoh-tokoh legendaris seperti Marilyn Monroe, Dorothy Dandridge, dan Michelle Yeoh yang perjalanan karirnya merefleksikan perjuangan perempuan melawan stereotip gender konservatif dan rasial. Tidak lupa, pameran ini memperlihatkan bagaimana salah satu karakter terkenal seperti femme fatale mengkonfrontasi persepsi dan perlakuan masyarakat terhadap perempuan yang sebenarnya. Pameran ini menawarkan persepsi baru terhadap karya perfilman serta momen-momen yang direpresentasikannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!