Apresiasi Swasembada Beras 2026, Dadang Naser Dorong Kemandirian Pangan Nonberas
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang Naser, mengapresiasi keberhasilan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah mendeklarasikan swasembada beras pada 2026. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi pintu masuk menuju kemandirian pangan nasional yang lebih luas, tidak terbatas pada beras semata.
Dadang menyampaikan kebanggaannya sebagai bagian dari Komisi IV DPR RI yang bermitra langsung dengan sektor pangan. Menurutnya, swasembada beras merupakan langkah strategis, tetapi tantangan ke depan adalah memastikan Indonesia mampu menekan impor dan meningkatkan ekspor komoditas pangan lainnya.
“Setelah swasembada beras, kita ingin swasembada pangan di bidang yang lain. Kita harus lebih banyak ekspor daripada impor, terutama pada komoditas yang selama ini ditinggalkan,” ujar Dadang kepada wartawan, Selasa (13/01/2026).
Dadang menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum dan tepung terigu, yang dinilai terus menyedot devisa negara. Ia mendorong pemerintah untuk mempercepat diversifikasi pangan dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal.
Ke depan, ia berharap produk pangan olahan seperti mi instan tidak lagi sepenuhnya berbasis terigu impor, melainkan menggunakan tepung lokal sebagai bahan baku utama.
“Suatu saat mi instan tidak terlalu berbasis terigu, tetapi berbasis tepung-tepung dari hasil pertanian kita, seperti tepung singkong, tepung beras, tepung sukun, dan lainnya,” kata Dadang.
Langkah ini diyakini tidak hanya menekan impor, tetapi juga menciptakan keseimbangan ekonomi pangan nasional serta meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal.
Selain sektor karbohidrat, Dadang juga menekankan pentingnya swasembada di sektor protein hewani, meliputi perikanan laut, perikanan darat, dan peternakan. Ia menyoroti masih tingginya impor susu yang harus ditekan melalui peningkatan kualitas bibit sapi dan hewan ternak unggul dalam negeri.
Menurutnya, kemandirian pangan sejati tidak hanya soal ketersediaan beras, tetapi mencakup keseluruhan rantai pangan nasional, mulai dari karbohidrat hingga protein.
“Kemandirian bukan sekadar di beras, tetapi juga di komoditas lainnya, termasuk protein dan susu, agar kita tidak terus bergantung pada impor,” pungkasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!