Anggota Geng Motor dan Pelaku Tawuran di Sukabumi Akan Dibina di Ponpes
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 15 Maret 2025 | 16:30 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Polres Sukabumi Kota bersama pemerintah Kota (Pemkot) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi juga Kodim 0607 melakukan kerjasama penanggulangan geng motor serta tawuran pelajar melalui program Lentera Hati Bintana.
Lentera Hati Bintana diinisiasi oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi pada bulan Desember 2024 lalu. Program ini sejatinya merupakan pembinaan bagi para pelaku geng motor serta tawuran yang dilakukan di pondok pesantren (ponpes) serta rumah ibadah lainnya.
Sehingga, Pemerintah Daerah (Pemda) menanggandeng instansi terkait diantaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik) serta Satpol PP. Selain itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) masing-masing daerah turut serta dalam program tersebut termasuk Kemenag dan ponpes.
Kapolres Sukabumi Kota melalui Kabag Ops Kompol Deden Sulaeman menyatakan, program ini berlaku bagi para pelaku geng motor dan tawuran yang diluar penegakan hukum.
Sedangkan bagi pelaku yang melakukan kekerasan seperti penganiayaan berat sampai menyebabkan korban meninggal dunia, tetap menjalani proses hukum.
"Artinya ini yang diluar penegakan hukum, kalau mereka melakukan kekerasan yang mengakibatkan penganiayaan berat sampai meninggal dunia tentunya tidak dilakukan seperti itu, kita tetap melakukan proses hukum," ujarnya.
“Nah ini kira-kira yang ringan, kita sudah mempersiapkan di Pondok Pesantren Al-Fath bagi yang muslim, sementara yang non muslim, Kristen kemudian Katolik itu di gereja, untuk yang beragama Hindu di pura, untuk yang beragama Buddha di vihara. Tapi selain dilakukan di tempat-tempat ibadah tersebut, mereka akan bergabung di tempat di ponpes Al-fath selama 6 hari," imbuh Deden.
Selama 6 hari itu, mereka akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pembinaan cinta tanah air oleh Polres Sukabumi Kota, kemudian pembinaan bela negara oleh Kodim.
Selain itu, ada juga pendidikan wirausaha dengan pembekalan kerajinan membuat sandal, pakaian, makanan serta hal lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat termasuk mengikuti kegiatan seni budaya seperti bola leungeun seuneu (boles).
"Mereka didik supaya menjadi generasi muda yang taat hukum, bijaksana dan berbakti kepada bangsa dan negara serta orang tua. Harapannya secara umum, masyarakat kota dan kabupaten Sukabumi merasa aman, nyaman dari gangguan dari geng motor dan tawuran," ujarnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!