Anggaran BPMU Jangan Sampai Dipotong, Reynaldi : Kasihan Pihak Sekolah Swasta
VISI.NEWS | BANDUNG – Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Reynaldi menyoroti soal rencana pengurangan anggaran hibah Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) bagi siswa sekolah oleh Pemprov Jabar.
Hal tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan mengingat bantuan sangat dibutuhkan dalam memenuhi biaya operasional Pengurangan bantuan BPMU dari asalnya Rp700.000 per siswa setiap tahun menjadi Rp600.000.
“Sementara penerima bantuan itu totalnya ada sekitar 1,4 juta siswa di Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta, serta SMK, SMA, dan SLB swasta artinya jika bantuan dikurangi per siswa Rp100.000, maka total anggaran yang dipangkas mencapai Rp140 miliar,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini menilai, bantuan pendidikan itu sangat vital sehingga sebaiknya tidak dilakukan pemotongan, urgensi dan prioritasnya sangat jelas, itu untuk sektor pendidikan, jangan sampai mengorbankan anggaran pendidikan hanya demi dialihkan ke sektor lain.
“DPRD Jabar akan mempertahankan agar BPMU Rp700.000 per tahun tidak dikurangi, itu untuk menjamin warga tidak mampu bisa mendapatkan pendidikan gratis di sekolah swasta yang kewenangannya ada di Pemprov Jabar,” sambungnya.
Reynaldi berharap hibah BPMU tidak dikurangi nilainya, sebab untuk sekolah swasta bantuan itu sangat membantu untuk gaji guru honorer yang bekisar antara Rp600.000 sampai Rp2 juta/bulan tergantung jam mengajarnya.
"Program itu sudah dijalankan sepuluh tahun lebih dari asalnya Rp350.000 terus naik hingga sekarang Rp700.000 dan belum ada cerita dikurangi. Kalau dikurangi jadi Rp600.000, dampaknya akan ke pengurangan honor guru," pungkasnya. @eko
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!