Anak Bisa Lebih Sukses dengan Growth Mindset
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 28 Februari 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Banyak orang tua masih merasa bingung tentang cara terbaik untuk membantu anak agar menjadi cerdas dan sukses. Dalam hal ini, lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan keterampilan anak. Namun, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa sekolah mahal adalah satu-satunya faktor penentu keberhasilan anak di masa depan.
Menurut Mary C. Murphy, Direktur dan pendiri Summer Institute on Diversity di Center for Advanced Study in Behavioral Sciences, Stanford University, pola pikir berkembang atau growth mindset adalah kunci utama dalam mendukung perkembangan otak dan potensi anak.
Seseorang dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan mereka bisa berkembang seiring dengan usaha dan pengalaman. Sebaliknya, mereka yang memiliki pola pikir tetap (fixed mindset) cenderung berpikir bahwa bakat dan kecerdasan sudah ditentukan sejak lahir dan tidak dapat diubah. Akibatnya, mereka lebih mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
Carol Dweck, seorang ahli parenting dan penulis buku Mindset: The New Psychology of Success, juga menegaskan bahwa orang tua dapat membantu anaknya sukses dengan mengajarkan mereka untuk menikmati tantangan, tidak takut membuat kesalahan, dan selalu belajar dari pengalaman.
Sebagai ilustrasi, berikut ini contoh perbedaan antara growth mindset dan fixed mindset:
1. Growth mindset
Seorang anak merasa presentasinya di kelas kurang baik. Daripada menghindari kesempatan berbicara di depan umum, ia justru bergabung dengan klub debat untuk berlatih lebih banyak. Seiring waktu, kemampuannya pun meningkat.
2. Fixed mindset
Seorang anak mendapat kritik dari gurunya tentang tulisannya. Bukannya menggunakan umpan balik tersebut untuk memperbaiki diri, ia malah merasa kecewa dan meyakini bahwa dirinya bukan penulis yang baik.
Dengan menerapkan growth mindset sejak dini, anak-anak dapat memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, lebih terlibat dalam proses belajar, serta memiliki daya juang yang lebih besar untuk mencapai kesuksesan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!