Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Alternatif Nasi: Ubi Jalar Lebih Sehat dan Kaya Nutrisi

Desi Rossilawati
Minggu, 16 Februari 2025 | 00:10 WIB
Bagikan
Alternatif Nasi: Ubi Jalar Lebih Sehat dan Kaya Nutrisi
VISI.NEWS | BANDUNG - Ubi jalar menjadi salah satu bahan pangan alternatif yang lebih sehat dibandingkan nasi. Dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan indeks glikemik yang lebih rendah, ubi jalar bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan. Dilansir dari Healthline, nasi putih mengandung sekitar 80 persen karbohidrat, sebagian besar dalam bentuk pati. Meskipun nasi putih melalui proses pengolahan untuk meningkatkan daya simpan dan rasa, hal ini menyebabkan berkurangnya kandungan nutrisi. Selain itu, indeks glikemik nasi putih sebesar 64 membuatnya dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih serta indeks glikemik yang bervariasi antara 44-94, tergantung cara pengolahannya. Selain itu, ubi jalar mengandung lebih banyak serat, protein, lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, vitamin C, mangan, tembaga, vitamin B5, vitamin B6, kalium, dan vitamin B3. Mengonsumsi ubi jalar sebagai pengganti nasi dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Dikutip dari Yankes Kementerian Kesehatan, ubi jalar dapat membantu meningkatkan kesehatan mata, memperbaiki daya ingat, melawan efek radikal bebas, menyeimbangkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) yang berisiko bagi kesehatan jantung. Meskipun ubi jalar aman dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar, tetap disarankan untuk mengonsumsi makanan yang beragam agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan ubi jalar sebagai pengganti utama nasi. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.