Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Alex Indra Sentil 'Mahalnya' Koordinasi Soal Polemik Beras Berkutu di Bulog

Desi Rossilawati
Senin, 17 Maret 2025 | 16:01 WIB
Bagikan
Alex Indra Sentil 'Mahalnya' Koordinasi Soal Polemik Beras Berkutu di Bulog
VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengkritik koordinasi antara para menteri yang menangani pangan di Tanah Air. Komunikasi antara pemangku kepentingan di sektor tersebut dinilai sangat 'mahal'. Ini disampaikan Alex menanggapi temuan beras berkutu di Gudang Bulog yang diutarakan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) dalam rapat bersama Mentan Amran Sulaiman, pada Selasa, 11 Maret 2025. Dalam rapat itu, Mentan Amran menegaskan jika beras berkutu itu tidak akan didistribusikan kepada masyarakat. Sementara itu, teranyar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi justru menyebut stok berat berkutu yang berada di Gudang Bulog bisa dikonsumsi. Dengan catatan, beras berkuru itu harus melewati proses fumigasi atau pengendalian hama. "Menteri Pertanian menyebut, beras berkutu itu tidak akan dipakai lagi. Sementara, Kepala Bapanas mengatakan beras berkutu itu masih dapat dikonsumsi. Menko Bidang Pangan malah berkilah jumlahnya sedikit. Terasa mahal sekali sebuah pekerjaan bernama 'koordinasi' di antara para pembantu presiden ini," kata Alex dalam pernyataan tertulis, Senin (17/3/2025). Alex juga menyoroti perbedaannya data yang disampaikan antara Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) dengan menteri sektor pangan lainnya. Zulhas kepada media mengaku telah mengecek langsung ke Gudang Bulog dan hanya sedikit ditemukan beras berkutu. Sementara itu, Mentan Amran pada rapat bersama Komisi IV DPR mengungkapkan bahwa jumlah beras dalam kondisi rusak itu berada pada angka 100 ribu hingga 300 ribu ton. Jumlah itu masih laporan sementara yang belum dapat dipastikan. Sedangkan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan stok beras berkutu masih dapat dikonsumsi, setelah melewati proses fumigasi atau pengendalian hama. Menanggapi silang pendapat itu, Alex menyatakan jika persoalan beras berkutu bukan berada pada mana informasi yang lebih benar. Namun, kata Alex, informasi terkait data yang disampaikan ke publik harus lah berdiri pada kebenaran. "Akan tetapi, tentang bagaimana masyarakat memotret para pembantu presiden dalam menjalankan roda pemerintahan," kata Alex. Tak adanya satu kebijakan dalam menangani sebuah persoalan, Ketua PDI Perjuangan (PDIP) Sumatra Barat (Sumbar) itu berpendapat bahwa perbedaan pernyataan tersebut menandakan kentalnya ego sektoral pada masing-masing kementerian. Wakil Rakyat dari Dapil Sumbar I itu menuturkan jika tak bisa menyelesaikan masalah dalam satu suara, bagaimana para menteri itu bisa berbicara tentang menyukseskan program kerja swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. "Mungkin saja nanti, jika program swasembada pangan ini sukses, yang akan terjadi itu saling klaim jadi pihak yang paling berjasa. Jika gagal, tentunya masing-masing akan cari jalan selamat sendiri-sendiri sebagaimana temuan beras berkutu ini," kata Alex. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.