Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Aksi Massa Anti-Imigrasi Trump Merebak dari LA hingga Washington DC

Desi Rossilawati
Rabu, 11 Juni 2025 | 21:00 WIB
Bagikan
Aksi Massa Anti-Imigrasi Trump Merebak dari LA hingga Washington DC
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Gelombang demonstrasi menentang kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump terus meluas ke berbagai kota besar di Amerika Serikat. Setelah pecahnya kerusuhan di Los Angeles yang memicu pengerahan ribuan anggota Garda Nasional dan Marinir, aksi serupa kini menjalar ke Chicago, Texas, Philadelphia, Boston, Denver, San Francisco, Seattle, New York, hingga ibu kota Washington DC. Para demonstran menyuarakan penolakan terhadap kebijakan agresif lembaga federal Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE), yang dituding melakukan penggerebekan massal terhadap migran ilegal dan menahan individu yang belum tentu terlibat kriminalitas. Aksi ini sebagian besar berlangsung damai, namun beberapa wilayah sempat diwarnai bentrokan antara massa dan aparat keamanan. Di Washington DC, demonstran memusatkan aksinya di depan gedung Departemen Kehakiman AS, menuntut pembebasan David Huerta, seorang pemimpin serikat buruh yang ditahan oleh ICE di Los Angeles. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Pramila Jayapal, turut ambil bagian dan menyerukan penghentian penggerebekan imigran oleh aparat federal. Sementara itu, unjuk rasa di Chicago mengangkat isu penolakan terhadap militerisasi di California dan sweeping imigrasi. Di Austin, Texas, bentrokan terjadi hingga Gubernur Greg Abbott memutuskan mengerahkan Garda Nasional demi menjaga ketertiban. Philadelphia menjadi tuan rumah aksi long march menuju markas ICE, yang berujung pada penangkapan sekitar 15 orang. Aksi serupa digelar di Boston sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Los Angeles, serta di Denver, di mana demonstran menuding ICE pengecut lewat poster provokatif. San Francisco mencatat aksi yang relatif damai, meski ada laporan tindakan vandalisme. Di Seattle, massa menuntut pembebasan imigran yang ditahan, dan di New York City, ribuan warga turun ke jalanan Manhattan membawa spanduk. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.