Akibat Kenaikan Harga BBM, Jengkol di Kertasari Harganya Naik 30%

ED
Selasa, 13 September 2022 | 10:58 WIB
Bagikan
Akibat Kenaikan Harga BBM, Jengkol di Kertasari Harganya Naik 30%

VISI.NEWS | KERTASARI - Para petani di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung sangat terdampak dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah pekan lalu. Sejumlah komoditas pertanian di kawasan ini naik yang mengakibatkan permintaan menurun.

Kepada VISI.NEWS, Selasa (13/9/2022) pagi, H. Ade Yahya bandar sayuran yang mewakili suara petani mengungkapkan bahwa mereka sangat keberatan atas kenaikan harga BBM ini, karena hasil pertanian harga jual ke pasarnya menjadi naik, sementara daya beli masyarakat menjadi berkurang.

"Sangat tertekan, kami terdampak besar oleh kenaikan harga BBM ini, karena otomatis harga juga ikut naik. Dari petani menjual ke pedagang eceran kan pake transport. Transportnya naik, jadi harga jualnya dinaikan juga. Akibatnya, pelanggan juga jadi berkurang," ujar salah satu pengusaha sayuran di kawasan itu.

Diungkapkan, setelah mengalami kenaikan harga BBM harga sayuran di Kecamatan Kertasari rata-rata juga naik sekitar 30% dari harga sebelumnya. Harga jengkol juga naik 30%, begitu juga harga hasil pertanian lainnya.

"Harga jengkol naik dari Rp. 6m000 menjadi Rp. 8.000-9.000an. Harga tomat dari Rp. 4.000 sekarang jadi Rp 6.000 per kilogramnya. Hasil pertanian yang lainnya juga sama naik sekitar 20-30%." ujarnya.

Biaya angkut naik 30%

Biaya angkutnya pun, katanya, juga mengalami kenaikan sehingga memberatkan masyarakat.

"Harga angkutnya pun ikut naik juga, sekitar 30%  Misalkan kita pengiriman dari sini ke pasar kita biasa untung ya lumayanlah sekitar 50%, sekarang kan jadi turun banget, ditambah dari petaninya ngejual pada kami juga naik," tambahnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.