Ahmad : Data PVMBG Menyebutkan Ada 27 Wilayah Rawan Pergerakan Tanah
VISI.NEWS | BANDUNG – Informasi yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang telah menyusun peta wilayah potensi gerakan tanah di Provinsi Jawa Barat (Jabar) bulan Oktober 2022 ini patut dijadikan perhatian.
Khususnya di wilayah Bandung Raya, karena menurut Anggota DPRD Jabar Fraksi Golkar dapil Kabupaten Bandung, Ahmad Hidayat mengatakan, terdapat 63 daerah yang memiliki kerawanan gerakan tanah.
“Klasifikasi kerawanan gerakan tanah tersebut dalam dua kategori yakni menengah dan tinggi. Daerah yang masuk kategori menengah adalah zona yang dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,” katanya.
Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Untuk zona kategori tinggi terjadi jika curah hujan di atas normal, serta gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
“Pemetaan ini dinilai jadi upaya penting dalam memitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah masing-masing, terutama seiring dengan peningkatan curah hujan akhir-akhir ini. Harapannya, disosialisasikan secara intensif sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi kebencanaan,” ujar Ahmad.
Kabupaten Bandung terbanyak berdasarkan peta wilayah potensi gerakan tanah Provinsi Jabar, Kabupaten Bandung menjadi daerah yang memiliki zona potensi terbanyak dibandingkan daerah lain di Bandung Raya, sebanyak 27 daerah, selanjutnya Kota Bandung (17 daerah), Kabupaten Bandung Barat (16 daerah), dan Kota Cimahi (3 daerah).
Berikut data lengkap daerah di Bandung Raya yang memiliki potensi kejadian gerakan tanah yang bersumber dari PVMBG :
“Kabupaten Bandung diantaranya, Arjasari (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Baleendah (Menengah-Tinggi), Banjaran (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Cicalengka (Menengah-Tinggi), Cikancung (Menengah-Tinggi), Cilengkrang (Menengah-Tinggi),” urainya.
Kemudian, Cileunyi (Menengah-Tinggi), Cimaung (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Cimenyan (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Ciparay (Menengah-Tinggi), Ciwidey (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Ibun (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang). “Selanjutnya, Katapang (Menengah), Kertasari(Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Kutawaringin (Menengah-Tinggi), Majalaya (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Margaasih (Menengah-Tinggi), Nagreg (Menengah-Tinggi), Pacet (Menengah-Tinggi),” paparnya.
Terakhir, Pameungpeuk (Menengah-Tinggi), Pananjung (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang) Pangalengan (Menengah-Tinggi), Paseh (Menengah-Tinggi), Pasir Jambu (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Rancabali (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang), Solokan Jeruk (Menengah) Soreang (Menengah-Tinggi, Berpotensi Banjir Bandang). @eko
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!