IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

80 Menolak, 300 Pedagang di Jalan Raya Puncak Bogor Siap Direlokasi

ED
Senin, 24 Juni 2024 | 16:49 WIB
Bagikan
80 Menolak, 300 Pedagang di Jalan Raya Puncak Bogor Siap Direlokasi

VISI.NEWS | BOGOR - Senin (24/6/2024) pagi tadi terjadi relokasi dan penertiban pedagang di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, menegaskan bahwa penertiban ini bertujuan untuk memanfaatkan rest area di Gunung Mas yang telah selesai dibangun. Meskipun disebut sebagai penertiban, ini sebenarnya bukan penggusuran, melainkan penataan kawasan Puncak Bogor.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran yang cukup fantastis untuk membangun rest area, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pedagang yang tidak memiliki izin di sepanjang jalur Puncak harus dipindahkan dan ditata di rest area. Meskipun masih ada sekitar 80 pedagang yang menolak untuk direlokasi, sekitar 300 pedagang telah setuju dengan relokasi ini.

Asmawa menjelaskan bahwa rest area tidak akan berfungsi dengan baik jika masih ada pedagang di pinggir jalan. Oleh karena itu, penertiban menjadi satu-satunya solusi. Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan insentif terkait pemanfaatan rest area, termasuk pembebasan retribusi selama 6 bulan ke depan. Selain itu, jalur alternatif akan dibuka sehingga keluar masuk dapat dilakukan melalui rest area.

Fasilitas lainnya, seperti penyambungan air bersih yang gratis, serta berbagai acara di rest area, telah disiapkan untuk menjaga konsentrasi massa di sana. Meskipun masih ada pedagang yang menolak, sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan DPRD. Diharapkan dengan optimalnya operasional rest area, perekonomian masyarakat dapat meningkat. Alasan pedagang yang menolak adalah karena mereka sudah merasa nyaman dengan situasi saat ini.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.