IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

73 Ribu Penduduk Di Kab Bogor Miskin Ekstrem, Kusnadi : Pemkab Harus Garcep (Gerak Cepat)

ED
Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:26 WIB
Bagikan
73 Ribu Penduduk Di Kab Bogor Miskin Ekstrem, Kusnadi : Pemkab Harus Garcep (Gerak Cepat)

VISI.NEWS |BOGOR - Sebanyak 73 ribu warga Kabupaten Bogor atau 1,21 persen dari jumlah penduduk mengalami kemiskinan ekstrem.

Demikian dikatakan Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Fraksi Golkar asal dapil Kabupateb Bogor Haji Kusnadi, menurutnya kemiskinan ekstrem itu harus segera ditangani.

"Saya yakin jika seluruh dinas bersinergi berkolaborasi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bogor, pasti bisa," katanya.

Menurutnya, Pemkab Bogor telah menyisihkan dua persen dari Dana Transfer Umum (DTU) untuk menstimulus masyarakat miskin melalui berbagai program.

"Berbagai program itu berkaitan dengan sektor perekonomian, dua persen DTU nominal sekitar Rp. 14 miliar, terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH)," sambungnya.

Beberapa strategi yang diyakini dapat mengatasi masalah kemiskinan ekstrem tersebut yaitu menyalurkan bantuan sosial kepada seribu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Kemudian, menggelar operasi pasar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, optimalisasi satgas pangan, percepatan realisasi APBD Samisade, penyaluran bantuan dan insentif," urainya.

Diperlukan pemeriksaan terhadap data kemiskinan ekstrem yang dirilis oleh pemerintah pusat, sehingga penanganan yang dilakukan oleh Pemkab Bogor bisa tepat sasaran.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.