6 Kelompok yang Sebaiknya Hindari Daun Kelor
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 22 April 2025 | 02:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Daun kelor memang dikenal bagus untuk kesehatan. Banyak kandungan penting di dalamnya, seperti antioksidan, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Tapi ternyata, nggak semua orang cocok untuk mengonsumsinya.
Berikut ini beberapa kelompok orang yang sebaiknya nggak makan daun kelor terlalu banyak, apalagi kalau dalam bentuk suplemen atau ekstrak.
1. Ibu Hamil (Terutama di Awal Kehamilan)
Walaupun daun kelor kaya zat besi, kalau dikonsumsi terlalu banyak saat hamil muda bisa berisiko memicu kontraksi. Lebih aman kalau konsultasi dulu ke dokter sebelum minum herbal apa pun, termasuk kelor.2. Orang dengan Tekanan Darah Rendah
Daun kelor bisa menurunkan tekanan darah. Jadi, buat yang tekanan darahnya sudah rendah, bisa makin drop kalau konsumsi kelor. Akibatnya bisa pusing, lemas, bahkan pingsan.3. Penderita Tiroid (Hipotiroid)
Kalau punya masalah tiroid, terutama hipotiroid, sebaiknya hindari daun kelor dalam jumlah banyak. Soalnya, kelor punya senyawa yang bisa mengganggu kerja tiroid.4. Lagi Minum Obat-obatan Tertentu
Kalau kamu sedang rutin minum obat, misalnya untuk diabetes, darah tinggi, atau liver, untuk hati-hati. Daun kelor bisa berinteraksi dengan obat dan mengubah cara kerjanya. Sebaiknya konsultasi dulu ke dokter sebelum konsumsi.5. Anak-anak di Bawah 5 Tahun
Sistem pencernaan anak kecil masih sensitif. Meskipun kelor bergizi, kalau dikonsumsi anak-anak bisa bikin mual atau gangguan pencernaan. Jadi, lebih baik hindari dulu untuk usia di bawah lima tahun.6. Ibu Menyusui Tanpa Pengawasan Medis
Meski banyak yang bilang kelor bisa bantu memperbanyak ASI, belum ada bukti ilmiah yang cukup. Lagi pula, zat aktif dalam kelor bisa terbawa ke dalam ASI. Kalau mau konsumsi, sebaiknya minta saran dulu dari bidan atau dokter. Meskipun daun kelor itu sehat, bukan berarti semua orang boleh konsumsi sembarangan. Setiap orang punya kondisi tubuh yang beda-beda. Jadi, selalu hati-hati dan konsultasi ke tenaga medis dulu. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!