40 Siswa Dikirim ke Pelatihan Militer di Resimen Armed 1 di Purwakarta
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 1 Mei 2025 | 16:00 WIB
VISI.NEWS | PURWAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung pelaksanaan program pendidikan disiplin di barak militer Resimen Armed 1/Stira Yudha, Batalyon Armed 9 di Purwakarta. Program ini menyasar 40 siswa SMA yang pernah terlibat tindakan kenakalan remaja seperti tawuran, merokok, atau penyalahgunaan narkoba.
Dalam video yang diunggah di media sosial dan dikonfirmasi ulang, Dedi terlihat mendampingi para orangtua saat mereka menyerahkan anak-anak mereka untuk dibina secara militer. Salah satu peserta bernama Lingga Yuda, pelajar kelas 9 yang sebelumnya terlibat dalam kasus tawuran. Dedi bahkan sempat mendoakan agar Lingga kelak bisa menjadi prajurit TNI.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang turut hadir dalam peninjauan, menyebut bahwa insiden tawuran yang melibatkan siswa ini menimbulkan korban dengan luka parah di wajah akibat bacokan.
"Ada korban, wajahnya hancur karena dibacok. Kami harus menebus Rp 11 juta di rumah sakit. Saat ini dia dirawat di RS Hasan Sadikin," ujarnya.
Para siswa yang masuk program ini akan tinggal di barak militer, tidur di velbed, makan bersama di aula, dan menjalani berbagai latihan kedisiplinan. Latihan meliputi kebugaran fisik, latihan konsentrasi, hingga penyampaian sandi, semua bertujuan membentuk karakter dan arah hidup yang lebih positif. Targetnya, siswa bisa diarahkan ke jenjang pendidikan seperti TNI, Polri, atau sekolah kedinasan seperti IPDN.
Menurut pihak TNI, program ini terbuka untuk siapa pun yang sudah dianggap sulit ditangani oleh keluarga. Masyarakat bisa melapor ke dinas pendidikan, yang kemudian akan menjemput anak tersebut untuk dibina. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!