382 Jamaah Umrah Dialihkan dari Aceh ke Bandara Kertajati
Bandara Kertajati./visi.news/himpuh.
VISI.NEWS - Sebanyak 382 jamaah umrah yang sebelumnya dialihkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, akhirnya diterbangkan menuju Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).
Penerbangan jamaah menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 981 dan berangkat dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada pukul 13.38 WIB.
General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi, mengatakan seluruh jamaah umrah yang sebelumnya dialihkan ke Aceh telah diberangkatkan menuju Jawa Barat.
"Alhamdulillah, hari ini kami telah menerbangkan seluruh jamaah umrah yang dialihkan mendarat di Aceh karena penutupan sementara operasional Bandara Soetta dampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau pada Minggu (6/9/2026)," kata Jufriandi dalam keterangannya dikutip, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, penerbangan GA 981 membawa 382 jamaah dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menuju Bandara Kertajati, Jawa Barat.
Jamaah Diangkut Bus ke Bandara Soekarno-Hatta
Setelah tiba di Bandara Kertajati, para jamaah selanjutnya diberangkatkan menggunakan bus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Menurut Jufriandi, selama berada di Banda Aceh, seluruh jamaah ditempatkan di Asrama Haji Aceh untuk memastikan mereka tetap nyaman dan tidak terpencar selama menunggu proses keberangkatan.
"Perlu kami sampaikan, selama di Banda Aceh seluruh jamaah kami inapkan di Asrama Haji Aceh guna memberikan layanan agar jamaah tidak panik, tidak terpencar-pencar, sehingga bisa membuat mereka nyaman seperti di rumah sendiri," katanya.
Sebelumnya, penerbangan Garuda Indonesia yang membawa jamaah umrah dari Jeddah menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dialihkan untuk mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, pada Minggu (6/9/2026).
Pengalihan pendaratan dilakukan setelah operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Jufriandi menjelaskan pengalihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!