3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Pakar kedokteran fungsional yang berbasis di Pennsylvania, Dr. Will Cole menyampaikan sejumlah faktor dalam gaya hidup modern hingga paparan lingkungan dapat berkontribusi terhadap gangguan fungsi sel yang memengaruhi kesehatan, salah satunya penuaan biologis.
Menurut Cole, genetika manusia tidak berubah selama ribuan tahun. Namun, lingkungan dan gaya hidup manusia mengalami perubahan drastis dalam waktu yang relatif singkat.
“Ini berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi atau tidak kita konsumsi, racun lingkungan yang sebelumnya tidak ada di sekitar kita, serta stres dan trauma,” kata Cole, dikutip laporan New York Post, Jumat (28/8/2026).
Cole mengatakan berbagai tekanan tersebut dapat berkontribusi terhadap percepatan penuaan. Kondisi tersebut terjadi ketika usia biologis seseorang berbeda dari usia kronologisnya.
“Banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an memiliki sel seperti orang lanjut usia. Hal itu umum terjadi, tetapi bukan sesuatu yang normal,” ujar dia.
Cole mengidentifikasi tiga faktor yang menurutnya dapat mengganggu komunikasi antarsel. Kondisi tersebut disebut cellular noise atau kebisingan seluler yang berpotensi berkaitan dengan penuaan lebih cepat dan penyakit.
1. Pola Makan Tidak Sehat
Menurut Cole, mengonsumsi makanan yang tidak memberikan manfaat bagi tubuh menjadi salah satu faktor utama yang dapat mengganggu kesehatan sel, terutama makanan yang memicu peradangan.
Selain jenis makanan, waktu makan yang tidak konsisten juga disebut dapat memengaruhi keseimbangan tubuh.
Menurut Cole, tubuh membutuhkan jeda untuk mencerna makanan dan berpuasa. Sebaliknya, makan dalam rentang waktu yang terlalu panjang sepanjang hari dinilai dapat memengaruhi keseimbangan tersebut.
2. Paparan Racun dari Lingkungan
Cole menyoroti sejumlah paparan dari lingkungan, termasuk pestisida dan herbisida yang terkadang disebut sebagai forever chemicals atau bahan kimia yang sulit terurai.
Para ahli menyebut dampak paparan tersebut bergantung pada jenis zat, dosis, serta lamanya seseorang terpapar.
Cole juga menyebut patogen penyebab infeksi, seperti bakteri dan virus, serta paparan jamur sebagai faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan.
Selain itu, paparan cahaya yang kaya cahaya biru pada malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian pada sebagian orang.
Sebaliknya, menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten serta mendapatkan paparan cahaya pada siang hari dapat membantu mendukung kualitas tidur dan kesehatan sel.
3. Stres Kronis dan Kurangnya Koneksi Sosial
Faktor lainnya adalah stres kronis, trauma yang belum terselesaikan, serta kurangnya hubungan sosial atau spiritual.
Cole menyampaikan faktor-faktor tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya cellular noise atau kebisingan seluler.
Sejumlah penelitian observasional mengaitkan keterlibatan dalam aktivitas keagamaan atau spiritual dengan tingkat beberapa penanda peradangan yang lebih rendah serta kondisi kesehatan yang lebih baik.
Menurut Cole, manfaat serupa dapat diperoleh melalui sistem kepercayaan atau komunitas apa pun yang dapat “mengubah kondisi diri”, termasuk melalui hubungan dengan alam.
Cole menilai berbagai tekanan dalam kehidupan modern dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang tidak selalu langsung terlihat.
Ia menyarankan menjaga kesejahteraan fisik, mental-emosional, dan spiritual dapat membantu mengurangi apa yang disebutnya sebagai epigenetic noise atau kebisingan epigenetik.
“Sel menjadi kebingungan dan tidak tahu bagaimana berfungsi dengan baik maupun memperbaiki dirinya sendiri. Kita hanya perlu memberikan kesempatan kepada tubuh untuk melawan dan mampu mendengar di tengah kebisingan tersebut,” ujar dia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!