Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

2.700 Polisi Dikerahkan ke Kediaman Presiden Korsel Yoon Suk Yeol untuk Penahanan

Desi Rossilawati
Jumat, 3 Januari 2025 | 15:00 WIB
Bagikan
2.700 Polisi Dikerahkan ke Kediaman Presiden Korsel Yoon Suk Yeol untuk Penahanan
VISI.NEWS | KORSEL - Sekitar 2.700 personel kepolisian dikerahkan ke kediaman Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, di Seoul pada Jumat (3/1/2025) guna mendukung proses penjemputan paksa sang presiden. Polisi juga menurunkan 135 bus untuk memperkuat pengamanan di sekitar lokasi tersebut. Menurut laporan AFP, pengerahan besar-besaran ini berlangsung saat tim penyidik dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) tiba di kediaman Yoon untuk mengeksekusi surat perintah penangkapannya. Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa penyidik, termasuk jaksa senior Lee Dae-hwan, telah berhasil melewati barikade keamanan ketat untuk masuk ke kediaman presiden. "Eksekusi surat perintah penangkapan untuk Presiden Yoon Suk Yeol telah dimulai," demikian pernyataan resmi dari CIO. Kasus ini terkait dengan deklarasi darurat militer yang diumumkan Yoon pada 3 Desember lalu, yang memicu kontroversi besar di dalam negeri. Presiden Yoon, yang telah bersembunyi di kediamannya sejak surat penahanan dikeluarkan awal pekan ini, bersumpah akan melawan segala upaya untuk menginterogasinya. Hingga kini, belum ada kepastian apakah pasukan pengamanan presiden akan mematuhi surat perintah tersebut. Jika penahanan berhasil dilakukan, Presiden Yoon akan dibawa ke kantor CIO di Gwacheon, dekat Seoul, untuk menjalani proses interogasi. Sementara itu, barisan puluhan bus polisi dan ratusan aparat terlihat berjaga ketat di sekitar kompleks kediaman presiden, menambah ketegangan di ibu kota. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.