Kang DS Fokus Genjot Program Strategis
Program ke-3 yaitu pemberian asuransi dan subsidi kepada petani melalui kartu tani Sibedas. Bupati Bandung menggulirkan program kartu tani dengan hibah sebesar Rp 25 miliar yang akan digulirkan pada 2023. Hibah tersebut direncanakan akan membantu sekitar 50.000 petani, untuk keperluan pembelian sarana produksi pertanian/peternakan. Hibah itu pula diberikan, seiring dengan keputusan pemerintah mencabut subsidi untuk sejumlah jenis pupuk.
Selain asuransi dan subsidi, pada tahun 2023, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan, Bupati Dadang Supriatna juga akan mengeluarkan kebijakan untuk membebaskan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) khususnya untuk lahan pertanian padi sawah di Kab. Bandung.
Selanjutnya Program Insentif Linmas, RT, RW dan PKK berikut BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kenaikan sebesar 100 persen. Bupati berharap, program ini dapat meningkatkan kinerja dan kontribusi Linmas, RT, RW dan PKK.
Kemudian Program Peningkatan Insentif Pemerintah Desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang juga diberikan untuk mendorong kinerja pemerintah desa lebih baik.
Selain itu, program lainnya yang digenjot bupati yakni program Besti (Beasiswa ti bupati) untuk anak-anak Hafidz Al-Quran dan anak berprestasi. Bupati berharap, program ini dapat meningkatkan HLS (harapan lama sekolah) guna meningkatkan SDM Kabupaten Bandung, juga sebagai penjabaran dari misi agar pendidikan lebih merata.
Pemerintah Kabupaten Bandung juga tengah mulai melakukan pembangunan 5 rumah sakit daerah, yakni RSUD Cimaung dan Kertasari yang pembangunannya sudah berjalan, serta RSUD Banjaran, Pacira dan Tegalluar yang masih direncanakan. “Program ini kita dorong, agar meningkatkan layanan di bidang kesehatan kepada masyarakat. Layanan kesehatan perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas,” ujar bupati.
Program infrastruktur lainnya adalah program pembangunan rutilahu (rumah tidak layak huni). Sebanyak 7.000 unit rutilahu setiap tahun akan dibangun, sebagai upaya pemerintah untuk memberikan tempat tinggal yang layak untuk masyarakat kurang mampu.serta akan melakukan penambahan sekolah yakni 28 unit SMP dan mengajukan 22 unit SMA baru ke Pemprov. “Hal ini tentu agar pendidikan di Kabupaten Bandung merata hingga ke wilayah terkecil,” harap Kang DS.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!