1 Muharram 1447: Hari Apa dan Mengapa Penting?
ED
Editor
M Purnama Alam
Kamis, 26 Juni 2025 | 05:56 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - 1 Muharram adalah hari pertama dalam kalender Hijriah, yang menandai awal tahun baru bagi umat Islam. Kalender Hijriah sendiri merupakan penanggalan lunar yang dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Karena pentingnya peristiwa ini, 1 Muharram sering kali dijadikan momentum untuk refleksi spiritual dan peningkatan amal.
Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025, tidak hanya dianggap sebagai pergantian waktu secara administratif, melainkan juga sebagai momen penting untuk mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam menyebarkan Islam dengan penuh pengorbanan. Itulah mengapa tanggal ini begitu dihormati dan dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dalam Al-Qur’an, bulan Muharam disebut sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan suci), sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." Bulan-bulan ini dimuliakan dan dilarang melakukan peperangan atau kekerasan di dalamnya.
Rasulullah SAW pun menegaskan keutamaan bulan Muharram. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” Ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang sangat disukai Allah SWT, dan amal ibadah di dalamnya mendapat ganjaran besar.
Salah satu amalan yang sering dilakukan pada bulan ini, terutama pada tanggal 10 Muharram atau disebut juga Hari Asyura, adalah berpuasa. Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pentingnya momentum Muharram dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Selain puasa, banyak umat Islam mengisi 1 Muharram dengan doa awal tahun dan akhir tahun, tausiyah, pengajian, hingga kegiatan sosial seperti berbagi makanan atau santunan kepada yatim piatu. Di Indonesia, peringatan 1 Muharram kerap diwarnai dengan tradisi lokal seperti pawai obor dan doa bersama di masjid-masjid.
Hikmah dari memperingati 1 Muharram adalah sebagai pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memulai lembaran baru yang lebih baik. Sama seperti hijrah Nabi, umat Islam diajak untuk “berhijrah” dari sifat buruk menuju akhlak yang mulia. Tahun baru menjadi titik tolak untuk evaluasi diri dan memperkuat komitmen dalam menjalankan syariat.
Selain itu, Muharram mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan dalam menjalani cobaan hidup. Kisah para nabi, terutama perjuangan Nabi Musa AS pada hari Asyura, juga menjadi pelajaran berharga bahwa pertolongan Allah akan datang bagi orang yang bersabar dan bertawakal.
Dengan memahami makna dan keutamaan 1 Muharram, umat Islam diharapkan tidak sekadar memperingatinya secara seremonial, melainkan menjadikannya sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih taat dan bermakna di hadapan Allah SWT.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!