1 Juli Diperingati Sebagai Hari Apa? Berikut Penjelasannya
Hari Kanada
Di Kanada, Amerika Utara, tanggal 1 Juli menjadi hari spesial. Hari ini memperingati Hari Kanada atau Canada Day yang menandai momen kemerdekaan negara tersebut dari koloni Inggris. Berbeda dengan banyak negara lain, sejarah kemerdekaan Kanada tidak diwarnai oleh perang atau pertumpahan darah. Kanada memperoleh kemerdekaannya secara damai pada 1 Juli 1867 melalui pengesahan British North America Act oleh Parlemen Britania Raya. Awalnya, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Dominion. Dominion merujuk pada status Kanada sebagai Dominion of Canada di bawah kekuasaan Inggris. Nama ini mencerminkan identitas warga Kanada saat itu yang masih menganggap diri mereka bagian dari Britania. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat patriotisme warga Kanada terus tumbuh. Pada peringatan kemerdekaan ke-100 tahun 1967, dorongan untuk mengganti nama menjadi Canada Day semakin kuat, meskipun belum diresmikan. Hingga akhirnya, pada tahun 1982, nama Canada Day secara resmi digunakan sebagai pengganti Hari Dominion. Hari Kanada kini dirayakan meriah setiap 1 Juli dengan berbagai acara seperti parade, piknik, hingga festival budaya dan olahraga. Hari Kemerdekaan Suriname
Hari Kemerdekaan Suriname juga diperingati setiap tanggal 1 Juli. Di kalangan masyarakat lokal, peringatan ini dikenal dengan nama Ketikoti. Ketikoti berasal dari bahasa Sranan Tongo dan berarti 'memecahkan rantai' atau 'rantai telah dipecahkan'. Rantai tersebut melambangkan penderitaan rakyat Suriname di bawah sistem perbudakan yang diberlakukan oleh penjajah Belanda. Belanda memainkan peran besar dalam perdagangan budak trans-Atlantik, yang memaksa banyak warga Afrika bekerja secara paksa di wilayah jajahannya, termasuk Suriname. Namun, pada abad ke-19, rakyat Suriname mulai melakukan perlawanan dan protes. Aksi tersebut perlahan-lahan mengguncang stabilitas politik Raja William I. Sebagai respons, Belanda secara resmi melarang perdagangan budak melalui kapal-kapalnya pada tahun 1814. Perbudakan di Suriname baru benar-benar dihapus secara hukum pada 1 Juli 1863, melalui dekrit resmi pemerintah Belanda. Meski demikian, kebebasan itu hanya berlaku secara administratif. Rakyat Suriname masih diwajibkan menjalani masa transisi selama 10 tahun dengan sistem kerja paksa di bawah pengawasan negara. Barulah pada 1 Juli 1873, rakyat Suriname benar-benar bebas dari perbudakan. Sejak saat itu, setiap tanggal 1 Juli diperingati sebagai Hari Pembebasan Budak atau Ketikoti yang menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Suriname.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!